"Kumis Kang Mamang sengaja diciptakan oleh Tuhan dengan bentuk jabrik dan kaku seperti itu lantaranTuhan juga menciptakan banyak upil di hidungnya. Nah, kumis itu gunanya sebagai bendungan upil agar tak berjatuhan. Jadi kumisnya harus keras dan kaku, supaya kuat menahan beban upil yang bertumpuk-tumpuk di bolongan hidungnya," jawabku asal-asalan. "Kenapa tuhan menciptakan upil, ya?"
Virginia Woolf diam-diam menulis surat perpisahan kepada suaminya, mengambil tongkatnya, lalu pergi jalan-jalan melintasi padang rumput musim panas ke Ouse untuk menenggelamkan dirinya. Hari itu berjalan sebagaimana rutinitas favoritnya, namun bedanya, ia tak lagi pulang. Tidak ada yang tahu persis kenapa ia melakukannya.
Rudyard Kipling (1867-1933) putra pasangan Inggris yang lahir di Bombay, India. Kipling menjadi orang Inggris pertama yang memenangkan Hadiah Nobel Sastra (1907). Kipling terutama dikenal melalui cerita-cerita anak-anak dan dongeng fabel, tetapi ia sesungguhnya adalah seorang cerpenis yang cemerlang dan cukup produktif.
The Most Dangerous Game mengisahkan mengenai seorang pemburu asal New York yang jatuh dari sebuah kapal pesiar dan terdampar di sebuah pulau terpencil di Karibia, dan di sana ia diburu oleh suku Cossack.
Kia rela membohongi anaknya dan mengatakan bahwa masakan yang ia sodorkan adalah masakan mamake, "Tadi pagi saat Sulang masih tidur, Mamake datang membuatkan masakan khusus untuk Sulang," rujuknya.
Dua hal tentang Kancil yang harus kalian tahu sebelum tenggelam dalam kisah ini: Yang pertama, ia bukanlah hewan berkaki empat. Kedua, bagi Jihan, laki-laki itu berbeda dengan semua manusia yang pernah dikenalnya; kendati ia tengah bersedih, tak pernah ada raut duka terpancar dari wajahnya.
Pasca peristiwa Bandung Lautan Api, dibentuklah Laskar Santri-Pelajar yang dinamai "Jawara Hantu Maut". Mottonya:"Menyusup Tak Diketahui, Bergerak Secepat Kilat, Beraksi Seganas Badai, Menghilang Bagai Angin". Mereka braksi di tengah bahaya, bagai pesilat handal. Para prajurit itu menari di antara desingan peluru musuh.
Saya sudah terbiasa dengannya dan merindukannya ketika dia menjauh pada suatu malam. Saya berjalan ke seluruh penjuru cafe untuk mencarinya. Akhirnya saya menemukannya di salah satu pilar besar di ujung terpisah; dia sedang duduk dengan seorang wanita dari sirkus.
Ke mana pun aku melangkah, ke mana pun aku pergi, setiap orang memiliki sesuatu yang mampu di sampaikan perihal cinta. Ibu, ayah, guru, penyayi, musisi, penyair, penulis, teman. Cinta seperti udara.
Objek-objek yang leihatanya berjauhan sifat dan hakikatnya itu di kondensasikan dalam satu banyangan tunggal. dalam keadaan demikian, pembaca yang tidak mampu merunut bentukan citraan simbolik akan tergangung pemaknaannya meskipun pembaca yang bersangkutan cukup tercekam dengan pesona imaji surealistis itu. (Abdul Wachid B.S.,Penyair)
Rusia adalah salah satu lumbung besar yang berisi karya-karya dunia. kekuatan sastra Rusia, kekuatan penuis-penuli Rusia, Secara teknik maupun tema, telah membentuk banyak manusia. petualangan dalam mencicipi isi lumbung tersebut adalah suatu kemewahan yang semestinya dimiliki oleh lebih banyak orang. buku ini berusaha menyajikan beberapa buah terminasinya.
Seni Budaya & Warisan Indonesia merupakan rangkaian paparan yang menampilkan corak dan karakter bangsa Indonesia. Keindahan dan keunikan kebudayaan dan alam Indonesia adalah kekayaan yang tak ternilai harganya. Melalui Seni Budaya & Warisan Indonesia, pembaca dapat semakin mengenal, kemudian mencintai Tanah Air Indonesia, dengan segala keragamannya. Diawali dengan pembahasan mengenai sejarah aw…
Buku ini menawarkan cara dan pendekatan non-konvensional dalam menulis, khususnya dengan menerapkan metode kolaborasi. Dilengkapi dengan wacana dan latihan praktis.
Buku ini adalah bagian dari karya peserta angkatan dua. Tujuan diadakan buku ini adalah untuk mengukur sejauh mana kemampuan peserta dalam menulis, menilai diri sendiri bagaimana perkembangan dan kemampuan mereka dalam menulis selama mengikuti kegiatan, mulai dari pertemuan daring pertama hingga pertemuan daring terakhir dalam setiap angkatan.
Cinta tak harus memegang raga dan Rupa. Mencintai dalam diam dengan hembusan doa adalah cara terbaik mencintai dengan sempurna.
Buku ini memberikan pengetahuan dan khazanah baru kepada kita betapa bahagianya mereka yang menulis fiksi, bukan berarti mudah menulisnya namun di dalamnya ada cinta yang tertoreh dan dapat dijadikan ibrah.
Buku ini adalah bagian dari karya peserta angkatan dua. Tujuan diadakan buku ini adalah untuk mengukur sejauh mana kemampuan peserta dalam menulis, menilai diri sendiri bagaimana perkembangan dan kemampuan mereka dalam menulis selama mengikuti kegiatan, mulai dari pertemuan daring pertama hingga pertemuan daring terakhir dalam setiap angkatan.
Buku ini adalah bagian dari karya peserta angkatan dua. Tujuan diadakan buku ini adalah untuk mengukur sejauh mana kemampuan peserta dalam menulis, menilai diri sendiri bagaimana perkembangan dan kemampuan mereka dalam menulis selama mengikuti kegiatan, mulai dari pertemuan daring pertama hingga pertemuan daring terakhir dalam setiap angkatan.
Buku ini adalah bagian dari karya peserta angkatan dua. Tulisan pendek dalam buku ini adalah kumpulan tulisan peserta sebagai bagian dari penugasan kegiatan. Disetiap pertemuan daring kegiatan, peserta mendapatkan penugasan untuk menulis dua halaman dalam template khusus yang telah disiapkan. Tujuan dari penugasan itu adalah untuk mengukur sejauh mana kemampuan peserta dalam menulis.
Buku ini berisi kumpulan cerita atau kisah dari para penulis nya, Dan sebagian dari penulis di buku ini adalah peserta pelatihan menulis online era pandemi Covid-19.
Buku ini merupakan pengungkapan, kegelisahan batin karenanya menjelma sebagai penyadaran (yang menyenangkan untuk dinikmati, baik bagi diri sendiri maupun para pembaca) yang diungkapkan secara khas penulis.
Buku kumpulan cerpen ini dibuat untuk menghargai karya peserta lomba tingkat SLTP - SLTA, sejak tahun 2012 awal sampai akhir tahun 2013. Karya karya yang dihimpun dalam buku ini memperlihatkan eksistensi dan talenta talenta penulis belia. Kota Balikpapan dengan kiprah kreatif dalam memandang dan menafsirkan dunia dan kehidupan kota dimasa mendatang.
Buku ini berisi tentang catatan perjalanan Achmad Bintoro ke berbagai daerah perbatasan, ke kota kota yang tengah tumbuh, sekolah- sekolah dan keadaan suatu daerah serta kesaksiannya menyaksikan sidang-sidang pengadilan, membawa pula empati mengenai keadilan dan kemanusiaan.